Salah satu tantangan yang dihadapi industri saat ini adalah bagaimana mengelola biaya SDM dengan efektif, sesuai dengan kemampuan finansial perusahaan, tetapi tetap menumbuhkan ikatan emosional karyawan dengan perusahaan (employee engagement). Mengutip dari pernyataan Stephen Covey dalam sebuah research yang ia lakukan bahwa manusia memiliki kebutuhan yang utuh yang tidak dapat dipisahkan yaitu kebutuhan fisik untuk dapat bertahan hidup, kebutuhan hati untuk dicintai dan mencintai, kebutuhan pikiran untuk berkembang, dan kebutuhan jiwa untuk memaknai apa yang dibuat atau meninggalkan legacy.

 

Berangkat dari pemikiran di atas tersebut upaya perusahaan untuk tetap mempertahankan karyawan yang memiliki kinerja baik dan berkontribusi ke perusahaan tidak selalu bersifat monetary saja, ada hal-hal di luar monetary yang akan berdampak terhadap meningkatnya ikatan emosional karyawan kepada perusahaan yaitu recognition atau pengakuan.

 

Definisi dari pengakuan adalah sebagai apresiasi yang diungkapkan oleh satu orang ke orang lain atau dari organisasi kepada karyawannya yang disebabkan perilakunya, kegiatannya atau dampak yang diberikan kepada perusahaan. Pengakuan bisa dalam bentuk hadiah fisik atau keuangan, bisa juga dalam bentuk lainnya, bahkan terkadang ucapan terima kasih sambil dijabat tangannya membuat karyawan tersebut merasa dihargai dan semakin cinta pada organisasi tersebut. Dalam banyak hal, bentuk pengakuan merupakan bagian dari total rewards. Bentuk dari pengakuan bisa dalam bentuk bermacam-macam, seperti: pemberian sertifikat, gelas, kartu ucapan, piala, plakat, voucher, makan malam, liburan, cuti tambahan, dan lain sebagainya.

 

Alasan utama organisasi membuat program pengakuan untuk karyawan pada umumnya terdapat dua jenis alasan utama, yaitu apabila organisasi ingin mengubah perilaku karyawan sesuai dengan perilaku yang diinginkan organisasi maka pengakuan merupakan salah satu alternatif untuk mempercepat perubahan perilaku tersebut. Alasan kedua adalah pengakuan ini dimaksudkan untuk menunjukkan kepada karyawan bahwa mereka dihargai atas pencapaian pekerjaan mereka, yang pada akhirnya ini dapat meningkatkan keterlibatan karyawan yang dapat meningkatkan kinerja karyawan, kepuasan, dan retensi.

 

Tujuan pengakuan bukanlah sama dengan kompensasi atau bonus yang sering dilihat oleh karyawan sebagai hak, program pengakuan dirancang untuk membuat kegembiraan, membangun keselarasan budaya, dan perilaku seperti kerja sama tim, juga bertujuan untuk memberikan motivasi ekstrinsik untuk staf sehingga mereka akan berupaya lebih besar (bekerja ekstra).

Tujuan utamanya adalah untuk membuat program yang mengakui orang untuk melakukan hal yang benar pada saat yang tepat yang akan mendorong karyawan lain untuk melakukan hal-hal yang sama.

 

Program pengakuan bukan sesuatu hal yang baru dalam pengelolaan Human Capital namun yang perlu diperhatikan adalah cara dalam mengelola program ini agar mendukung pencapaian kinerja organisasi.

Agar memiliki program pengakuan yang efektif untuk organisasi harus dilakukan atau dikembangkan secara holistik dan merata. Tujuan strategis program pengakuan ini dirancang untuk mendorong peningkatan keterlibatan emosi karyawan terhadap perusahaan, merubah perilaku karyawan, serta mendorong perubahan dan perbaikan kinerja.