Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan membantu sebuah perusahaan membangun budaya organisasi mereka. Perusahaan tersebut memiliki dua business unit, yang satu bergerak di bidang industri agro dan business unit lainnya bergerak dalam usaha pengelolaan kayu.

Masing-masing business unit ini telah memilki nilai-nilai perusahaan sendiri. Ketika mereka membangun corporate office, mulailah terfikir bahwa nilai-nilai perusahaan ini tidak bisa berbeda untuk masing-masing business unit, mereka harus memiliki satu nilai-nilai perusahaan yang sama yang akan digunakan sebagai panduan perilaku seluruh karyawan dari kedua business unit tersebut. Dan proses pembuatan nilai-nilai perusahaan yang baru dimulai.

Setelah nilai-nilai perusahaan dibentuk, agar nilai-nilai tersebut tidak hanya terpampang pada tembok-tembok ruang meeting, dibentuklah panduan perilaku dari masing-masing nilai-nilai tersebut yang digali dari proses Focus Group Discussion (FGD).

Mengapa nilai-nilai perusahaan itu sangat penting? Karena perilaku orang-orang yang ada di dalam perusahaan akan mendatangkan result bagi perusahaan dan ketika perilaku semua orang sudah seragam sesuai dengan nilai-nilainya, saat itulah dikatakan budaya perusahaan.

Budaya Perusahaan adalah perilaku orang-orang di dalam suatu perusahaan yang dapat dilihat oleh pemangku kepentingan, di mana:

  1. Perilaku ini harusnya sesuai dengan nilai-nilai perusahaan
  2. Perilaku ini dilakukan oleh seluruh anggota perusahaan, mulai dari karyawan yang paling bawah sampai dengan pimpinan
  3. Perilaku ini dilakukan terus menerus setiap waktu

Setelah nilai-nilai perusahaan dilengkapi dengan panduan perilakunya, agar panduan perilaku terebut dapat terinternalisasi menjadi perilaku semua orang di perusahaan tersebut, mulailah dilakukan proses sosialisasi nilai-nilai perusahaan.

Media komunikasi yang digunakan dalam proses sosialisasi nilai-nilai perusahaan dimulai dengan perlombaan internal pembuatan ikon dari nilai-nilai perusahaan. Secara tidak langsung perlombaan ini menimbulkan ketertarikan sendiri bagi karyawan dan rasa memiliki yang sangat besar terhadap nilai-nilai perusahaan.

Selain perlombaan desain ikon, media sosialisasi lain yang digunakan adalah pembuatan komik panduan perilaku, pembuatan poster nilai-nilai, buku saku nilai-nilai, gimmick nilai-nilai, dan juga video nilai-nilai perusahaan dan tentu saja diadakan pelatihan nilai-nilai bagi seluruh karyawan. Pelatihan nilai-nilai yang diberikan juga bersifat informal di mana setiap nilai-nilai ada permainan yang dilakukan bersama dan dikaitkan dengan panduan perilaku yang diharapkan dari masing-masing nilai-nilai tersebut.

Dan ketika semua proses sosialisasi panduan perilaku ini dilakukan, tahap yang paling penting adalah mulai mengukur perilaku karyawan terhadap nilai-nilai tersebut yang dimasukan ke dalam salah satu komponen dari sistem penilaian kinerja masing-masing karyawan.

Begitulah, proses membangun budaya organisasi bukan pekerjaan mudah, tidak seperti membalik telapak tangan, butuh perjuangan dan butuh waktu agar semua orang dalam organisasi berperilaku sesuai dengan nilai-nilai perusahaan, karena kita percaya perilaku yang seragam akan mendatangkan result yang diinginkan bagi perusahaan.